Berita
Saturday, June 30th, 2007
Fosil naga ini dilengkapi dengan sepasang tanduk diatas kepalanya. Wujud dari naga ini menyerupai hewan legenda yang sering terdapat dalam legenda.
Baru-baru ini naga tersebut dipamerkan kepada khalayak di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, Guizhou, Cina.

Fosil naga ini ditemukan di desa Guanling, kota Anshun, pada tahun 1996 dalam condisi yang masih baik. Panjangnya keseluruhan mencapai 7,6 m, kepalanya 76 cm dan lehernya 54 cm. Tubuhnya memiliki panjang 2,7 m serta lebar 68 cm, dan buntutnya 3,7 m.
Kepala naga ini berbentuk segitiga, dengan lebar mulut 43 cm. Bagian terlebar di kepala naga ini mencapai 32 cm, kedua tanduknya, dengan bentuknya yang simetris menjulang dari bagian terlebar tersebut dan berukuran 27 cm. Tanduknya berbentuk agak sedikit melengkung serta condong kesamping, sehingga semakin membuat fosil tersebut menjadi seperti naga dalam legenda.
Ini adalah pertama kalinya bagi Cina untuk menemukan sebuah fosil “naga” yang dilengkapi sepasang tanduk. Penemuan ini menyajikan bukti tentang kemungkinan naga memiliki tanduk. Penemuan fosil ini memberi informasi ilmiah yang penting bagi manusia untuk melacak asal-usul legenda naga di Cina.
Naga sering hadir dalam legenda-legenda Cina, dan bagi bangsa Cina naga merupakan makhluk yang istimewa. Orang mandarin meyakini bahwa mereka adalah titisan dari naga. Sekian lamanya para peneliti (termasuk saya), meyakini bahwa naga hanyalah merupakan mahkluk khayalan semata yang hanya hadir dalam legenda-legenda klasik.
Naga cina merupaka reptil yang hidup di samudra pada masa Triasik sekitar 200 juta tahun yang lalu. Naga merupakan makhluk amphibi, ia banyak menghabiskan waktunya di air dan terkadang berjalan kedaratan. Walupun begitu, tidak seperti dalam kebanyakan legenda, tampaknya sang naga tidak dapat terbang, apalagi menyemburkan api.
BAGUUUS